Ombudsman Muda Indonesia – Indonesian Crisis Centre (OMIICC) menilai bahwa Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan oleh pemerintah tidak memenuhi harapan dan bahkan menimbulkan masalah serius.
-
Ancaman terhadap Kesehatan Masyarakat
Program yang seharusnya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan justru berisiko membahayakan masyarakat, dengan adanya kasus keracunan makanan. Hal ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan pelaksanaan program yang terburu-buru tanpa perencanaan matang. -
Mengabaikan Kemandirian Masyarakat
Masyarakat hanya dipandang sebagai penerima pasif, padahal orang tua sebenarnya mampu mengatur kebutuhan gizi anak-anaknya sesuai dengan kebutuhan dan budaya lokal masing-masing. Pengabaian terhadap kemandirian ini mengurangi peran aktif masyarakat dalam menjaga kesejahteraan mereka sendiri. -
Beban Anggaran dan Risiko Politik
Program yang memerlukan anggaran besar berpotensi menjadi alat pencitraan, sementara rakyat tidak mendapatkan jaminan terkait kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan.
Usulan Solusi OMIICC
OMIICC mendorong agar pemerintah mengembalikan kemandirian kepada masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan menyalurkan dana program makan bergizi gratis langsung ke rekening pribadi masyarakat.
Dengan mekanisme ini:
-
Orang tua dapat mengelola sendiri kebutuhan gizi anak-anaknya.
-
Risiko keracunan makanan berkurang karena keluarga dapat mengendalikan langsung kualitas bahan makanan yang dikonsumsi.
-
Ekonomi lokal, seperti petani, UMKM, dan pasar tradisional, akan bergerak karena masyarakat melakukan pembelian secara langsung.
-
Transparansi akan lebih terjaga, karena dana yang diterima langsung oleh masyarakat tanpa melalui proses pengadaan yang rawan penyalahgunaan.
OMIICC menegaskan bahwa negara wajib menjamin hak rakyat untuk memperoleh pangan yang sehat, aman, dan bermartabat, dengan cara memberdayakan masyarakat, bukan meremehkan kemandiriannya.
OMIICC – Ombudsman Muda Indonesia & Indonesian Crisis Centre
https://ombudsmanmudaindonesia-sulbar.id/