DIRGAHAYU INDONESIAKU
Delapan puluh tahun sudah bangsa Indonesia merdeka. Kemerdekaan adalah anugerah terbesar yang diperjuangkan dengan pengorbanan darah, air mata, dan nyawa para pahlawan bangsa. Namun, kemerdekaan bukanlah garis akhir, melainkan sebuah jalan panjang untuk mewujudkan cita-cita bernegara, menciptakan keadilan sosial, menegakkan demokrasi, serta menjamin kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai anak bangsa yang kritis terhadap perjalanan republik ini, OMIICC menegaskan beberapa catatan penting:
1. Kemerdekaan harus bermakna bagi rakyat kecil. Delapan dekade merdeka tidak boleh hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi harus diwujudkan dengan perbaikan nyata dalam pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, dan pemerataan pembangunan.
2. Pemerintah harus transparan dan akuntabel. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme masih merampas hak rakyat. Kemerdekaan sejati tidak akan pernah hadir selama pejabat publik lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok dibanding kepentingan bangsa.
3. Partisipasi rakyat adalah inti kemerdekaan. Rakyat tidak boleh hanya dijadikan objek pembangunan. Negara harus membuka ruang seluas-luasnya untuk partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik.
4. Menghormati hak asasi manusia. Tidak ada kemerdekaan sejati tanpa penghormatan penuh terhadap kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat, serta perlindungan hukum yang setara bagi setiap warga negara.
Di usia ke-80 tahun kemerdekaan ini, OMIICC menyerukan agar para pemimpin bangsa kembali kepada amanat konstitusi: melayani rakyat dengan tulus, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan menjadikan Indonesia sebagai rumah yang adil, sejahtera, dan bermartabat bagi semua.
Kemerdekaan adalah milik rakyat, dan hanya rakyatlah yang berhak merasakan manfaat sepenuhnya.
Merdeka!
Ombudsman Muda Indonesia – Indonesian Crisis Centre (OMIICC)
https://ombudsmanmudaindonesia-sulbar.id